Minggu, 25 Juli 2010
Jumat, 25 Desember 2009
PILKADA DEPOK: Calon Independen di Desak Maju
Pilkada Depok 2010 terus mengalami perkembangan. Hari Rabu, 23 Desember 2009, sekelompok orang yang mengaku sebagai warga Kecamatan Cinere dan Kecamatan Limo, mengadakah demonstrasi di depan Kantor Koran Lokal Kota Depok, Monitor Depok. Dalam tuntutannya, para demonstran mendesak agar Pradi Supriatna,Pemimpin Umum Koran Monitor Depok (MONDE), mau menjadi calon Wakil Walikota. Adapun calon Walikota yang mereka usung adalah Badrul Kamal (BK) yang mantan Walikota Depok dan calon Walikota pada Pilkada 2005, dan yang dikalahkan Nur Mahmudi Islmail, Walikoa Depok periode 2006-2011.
Demo yang berlangsung damai, yang terjadi pada hari Rabu tersebut cukup menarik. Sebab para pendemo menuntut kedua calon untuk berpasangan. Kalau tidak ada partai yang mau mengusung kedua calon tersebut, mereka meminta keduanya mencalonkan diri dari jalur independen (non-partai).Jika tidak, mereka menyatakan akan golput. Mereka juga mengatakan bahwa demo yan mereka lakukan tidak ditunggangi dan murni dari aspirasi mereka.
Sebagaimana telah diketahui sebelumnya, pasangan yang sudah menyatakan niatnya untuk maju dalam Pilkada Depok baru satu, yaitu pasangan Naming D. Botin dan M. Hasbullah Rahmat. Mereka didukung oleh sekurangnya tiga partai yaitu Golkar, PAN dan PPP. Jika PKS dan partai lainnya mengajukan calonnya sendiri-sendiri, bisa jadi pasangan Badrul Kamal dan Pradi Supriatna menjadi pasangan pertama dari jalur calon independen. Tentunya hal ini akan menarik karena pasangan calon akan menjadi bertambah banyak. Bisa jadi pengalaman 5 tahun lalu terjadi, ketika muncul 5 pasangan calon yang menjadi peserta pilkada. Bedanya, 4 pasangan calon dari unsur partai politik dan 1 calon dari unsur calon independen.
Jika kemungkinan di atas benar terjadi, pasangan manakah yang paling berpeluang menang? dilihat dari berbagai aspek, nampaknya PKS menjadi partai yang paling berpeluang meraih kemenangan tersebut. Sebab jika masyarakat dapat mengakui kemajuan yang dicapai oleh pemerintah dalam membangun kota yang baru berusia 10 tahun ini, maka nama PKS dan nama Nur Mahmudi tentu akan mendapat citra terhormat dan mendapat simpati dari masyarakat. Hal ini menjadi modal dasar bagi PKS untuk berkampanye. Dan harus diakui, mesin partai di PKS cukup solid dan dapat diandalkan untuk bekerja keras memenangkan pasangan calon yang mereka usung.
Wallahu a'lam.
Demo yang berlangsung damai, yang terjadi pada hari Rabu tersebut cukup menarik. Sebab para pendemo menuntut kedua calon untuk berpasangan. Kalau tidak ada partai yang mau mengusung kedua calon tersebut, mereka meminta keduanya mencalonkan diri dari jalur independen (non-partai).Jika tidak, mereka menyatakan akan golput. Mereka juga mengatakan bahwa demo yan mereka lakukan tidak ditunggangi dan murni dari aspirasi mereka.
Sebagaimana telah diketahui sebelumnya, pasangan yang sudah menyatakan niatnya untuk maju dalam Pilkada Depok baru satu, yaitu pasangan Naming D. Botin dan M. Hasbullah Rahmat. Mereka didukung oleh sekurangnya tiga partai yaitu Golkar, PAN dan PPP. Jika PKS dan partai lainnya mengajukan calonnya sendiri-sendiri, bisa jadi pasangan Badrul Kamal dan Pradi Supriatna menjadi pasangan pertama dari jalur calon independen. Tentunya hal ini akan menarik karena pasangan calon akan menjadi bertambah banyak. Bisa jadi pengalaman 5 tahun lalu terjadi, ketika muncul 5 pasangan calon yang menjadi peserta pilkada. Bedanya, 4 pasangan calon dari unsur partai politik dan 1 calon dari unsur calon independen.
Jika kemungkinan di atas benar terjadi, pasangan manakah yang paling berpeluang menang? dilihat dari berbagai aspek, nampaknya PKS menjadi partai yang paling berpeluang meraih kemenangan tersebut. Sebab jika masyarakat dapat mengakui kemajuan yang dicapai oleh pemerintah dalam membangun kota yang baru berusia 10 tahun ini, maka nama PKS dan nama Nur Mahmudi tentu akan mendapat citra terhormat dan mendapat simpati dari masyarakat. Hal ini menjadi modal dasar bagi PKS untuk berkampanye. Dan harus diakui, mesin partai di PKS cukup solid dan dapat diandalkan untuk bekerja keras memenangkan pasangan calon yang mereka usung.
Wallahu a'lam.
Senin, 21 Desember 2009
PILKADA DEPOK: Pasangan Calon Mulai Muncul
Hari ini, Selasa, 22 Desember 2009, rencana Pilkada Depok mengalami perkembangan yang cukup berarti. Partai Golkar (PG), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)bersepakat menatap pesta demokrasi Pilkada 2010 dengan mengusung pasangan koalisinya. Pasangan tersebut adalah Naming D. Bothin, S.Sos. (Ketua DPD Golkar Kota Depok)sebagai bakal calon Walikota dan M. Hasbullah Rahmat, M.Hum (Ketua DPD PAN Kota Depok)sebagai bakal calon Wakil Walikota.
Kesepakatan ketiga partai tersebut merupakan kelanjutan dari deklarasi pencalonan Naming D. Bothin sebagai calon Walikota Depok periode 2011-2016, yang dinyatakan pada hari Minggu, 8 Nopember 2009. Menurut Naming saat itu, pihaknya juga telah mempunyai kesepakatan tertulis dengan PPP untuk berkoalisi. Naming juga mengatakan, bahwa dirinya juga mendapat dukungan dari partai lain yang tidak mendapat kursi di DPRD Depok seperti Partai Hanura, PKPB, dan PNBK (lihat Monitor Depok, Senin, 9 Nopember 2009).
Kesepakatan Partai Golkar, PAN dan PPP tersebut melengkapi kebutuhan partai Golkar akan dukungan pencalonan, karena kursi PG di DPRD hanya 7 kuri. Dengan bergabungnya PAN (5 kursi)dan PPP (2 kursi), maka koalisi ini mempunyai kekuatan 14 kursi (28%).
Jika kesepakatan ketiga partai tersebut jadi dideklarasikan, kiranya inilah pasangan pertama yang muncul menjelang pilkada Depok yang akan digelar sekitar Oktober 2010. Seperti diketahui, walikota saat ini, Nur Mahmudi Ismail, akan berakhir masa tugasnya pada 26 Januari 2011. Pasangan lain yang mungkin akan segera muncul adalah calon dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat (PD), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Jika dilihat dari jumlah kursi yang dimiliki, PDIP tidak mungkin melenggangkan pasangannya sendirian tanpa berkoalisi dengan partai lain, mengingat kursi PDIP di DPRD hanya 4 buah. Karena itu, masih terbuka peluang munculnya 2 atau 3 pasangan calon lagi, baik dari PKS, PD maupun koalisi PDIP dengan partai lainnya.
Khusus mengenai peluang PKS, partai yang pada pemilu 2004 lalu merupakan partai no 1 di Depok, dan menang dalam Pilkada 2005, kini menghadapi tantangan berat untuk memenangkan kembali Pilkada 2010. Terjadi penurunan perolehan kursi pada pemilu 2009, dari 12 menjadi 11 kursi. Tantangannya adalah perolehan kursi luar biasa dari Partai Demokrat yang semula hanya 8 kursi, melonjak menjadi 15 kursi. Namun perlu dipertanyakan, apakah kemenangan PD dalam pemilu legislatif menjadi jaminan kemenangan dalam Pilkada. Hal ini kiranya perlu analisa yang lebih dalam, mengingat banyak faktor yang berpengaruh terhadap menang atau kalahnya suatu pasangan calon dalam Pilksda. Apalagi, jika diperhatikan, PKS dikenal sebagai partai yang solid dan mampu menggerakkan kadernya untuk berjuang habis-habisan dalam memenangkan calon Walikota dan Wakil Walikota yang akan diusungnya.
Wallahu a'lam.
Hari ini, Selasa, 22 Desember 2009, rencana Pilkada Depok mengalami perkembangan yang cukup berarti. Partai Golkar (PG), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)bersepakat menatap pesta demokrasi Pilkada 2010 dengan mengusung pasangan koalisinya. Pasangan tersebut adalah Naming D. Bothin, S.Sos. (Ketua DPD Golkar Kota Depok)sebagai bakal calon Walikota dan M. Hasbullah Rahmat, M.Hum (Ketua DPD PAN Kota Depok)sebagai bakal calon Wakil Walikota.
Kesepakatan ketiga partai tersebut merupakan kelanjutan dari deklarasi pencalonan Naming D. Bothin sebagai calon Walikota Depok periode 2011-2016, yang dinyatakan pada hari Minggu, 8 Nopember 2009. Menurut Naming saat itu, pihaknya juga telah mempunyai kesepakatan tertulis dengan PPP untuk berkoalisi. Naming juga mengatakan, bahwa dirinya juga mendapat dukungan dari partai lain yang tidak mendapat kursi di DPRD Depok seperti Partai Hanura, PKPB, dan PNBK (lihat Monitor Depok, Senin, 9 Nopember 2009).
Kesepakatan Partai Golkar, PAN dan PPP tersebut melengkapi kebutuhan partai Golkar akan dukungan pencalonan, karena kursi PG di DPRD hanya 7 kuri. Dengan bergabungnya PAN (5 kursi)dan PPP (2 kursi), maka koalisi ini mempunyai kekuatan 14 kursi (28%).
Jika kesepakatan ketiga partai tersebut jadi dideklarasikan, kiranya inilah pasangan pertama yang muncul menjelang pilkada Depok yang akan digelar sekitar Oktober 2010. Seperti diketahui, walikota saat ini, Nur Mahmudi Ismail, akan berakhir masa tugasnya pada 26 Januari 2011. Pasangan lain yang mungkin akan segera muncul adalah calon dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat (PD), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Jika dilihat dari jumlah kursi yang dimiliki, PDIP tidak mungkin melenggangkan pasangannya sendirian tanpa berkoalisi dengan partai lain, mengingat kursi PDIP di DPRD hanya 4 buah. Karena itu, masih terbuka peluang munculnya 2 atau 3 pasangan calon lagi, baik dari PKS, PD maupun koalisi PDIP dengan partai lainnya.
Khusus mengenai peluang PKS, partai yang pada pemilu 2004 lalu merupakan partai no 1 di Depok, dan menang dalam Pilkada 2005, kini menghadapi tantangan berat untuk memenangkan kembali Pilkada 2010. Terjadi penurunan perolehan kursi pada pemilu 2009, dari 12 menjadi 11 kursi. Tantangannya adalah perolehan kursi luar biasa dari Partai Demokrat yang semula hanya 8 kursi, melonjak menjadi 15 kursi. Namun perlu dipertanyakan, apakah kemenangan PD dalam pemilu legislatif menjadi jaminan kemenangan dalam Pilkada. Hal ini kiranya perlu analisa yang lebih dalam, mengingat banyak faktor yang berpengaruh terhadap menang atau kalahnya suatu pasangan calon dalam Pilksda. Apalagi, jika diperhatikan, PKS dikenal sebagai partai yang solid dan mampu menggerakkan kadernya untuk berjuang habis-habisan dalam memenangkan calon Walikota dan Wakil Walikota yang akan diusungnya.
Wallahu a'lam.
Kamis, 17 Desember 2009
Selamat Tahun Baru 1431H
Semoga seiring datangnya tahun baru, makin tumbuh semangat keagamaan kita untuk meningkatkan kualitas diri dan memberikan manfaat bagi kehidupan seluruh umat manusia.
Rosulullah bersabda, "sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain".
Alangkah indahnya dunia ini kalau semua manusia menyadari akan hakekat keberadaannya sebagai hamba Allah yang lemah. Ia selalu berusaha untuk memberikan kebaikan bagi orang sekitarnya dengan tutur kata yang lembut dan akhlaq yang terpuji.
Orang yang menyadari hakekat keberadaannya sebagai hamba-Nya yang lemah akan berusaha mendekatkan diri pada Sang Ilahi, dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan larangan-laranga-Nya. Ia akan berjuang sungguh-sungguh agar hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. Kalau tidak, ia akan berasa sebagai orang yang merugi.
Wallahu a'lam.
Semoga seiring datangnya tahun baru, makin tumbuh semangat keagamaan kita untuk meningkatkan kualitas diri dan memberikan manfaat bagi kehidupan seluruh umat manusia.
Rosulullah bersabda, "sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain".
Alangkah indahnya dunia ini kalau semua manusia menyadari akan hakekat keberadaannya sebagai hamba Allah yang lemah. Ia selalu berusaha untuk memberikan kebaikan bagi orang sekitarnya dengan tutur kata yang lembut dan akhlaq yang terpuji.
Orang yang menyadari hakekat keberadaannya sebagai hamba-Nya yang lemah akan berusaha mendekatkan diri pada Sang Ilahi, dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan larangan-laranga-Nya. Ia akan berjuang sungguh-sungguh agar hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. Kalau tidak, ia akan berasa sebagai orang yang merugi.
Wallahu a'lam.
Langganan:
Postingan (Atom)
