Pilkada Depok 2010 terus mengalami perkembangan. Hari Rabu, 23 Desember 2009, sekelompok orang yang mengaku sebagai warga Kecamatan Cinere dan Kecamatan Limo, mengadakah demonstrasi di depan Kantor Koran Lokal Kota Depok, Monitor Depok. Dalam tuntutannya, para demonstran mendesak agar Pradi Supriatna,Pemimpin Umum Koran Monitor Depok (MONDE), mau menjadi calon Wakil Walikota. Adapun calon Walikota yang mereka usung adalah Badrul Kamal (BK) yang mantan Walikota Depok dan calon Walikota pada Pilkada 2005, dan yang dikalahkan Nur Mahmudi Islmail, Walikoa Depok periode 2006-2011.
Demo yang berlangsung damai, yang terjadi pada hari Rabu tersebut cukup menarik. Sebab para pendemo menuntut kedua calon untuk berpasangan. Kalau tidak ada partai yang mau mengusung kedua calon tersebut, mereka meminta keduanya mencalonkan diri dari jalur independen (non-partai).Jika tidak, mereka menyatakan akan golput. Mereka juga mengatakan bahwa demo yan mereka lakukan tidak ditunggangi dan murni dari aspirasi mereka.
Sebagaimana telah diketahui sebelumnya, pasangan yang sudah menyatakan niatnya untuk maju dalam Pilkada Depok baru satu, yaitu pasangan Naming D. Botin dan M. Hasbullah Rahmat. Mereka didukung oleh sekurangnya tiga partai yaitu Golkar, PAN dan PPP. Jika PKS dan partai lainnya mengajukan calonnya sendiri-sendiri, bisa jadi pasangan Badrul Kamal dan Pradi Supriatna menjadi pasangan pertama dari jalur calon independen. Tentunya hal ini akan menarik karena pasangan calon akan menjadi bertambah banyak. Bisa jadi pengalaman 5 tahun lalu terjadi, ketika muncul 5 pasangan calon yang menjadi peserta pilkada. Bedanya, 4 pasangan calon dari unsur partai politik dan 1 calon dari unsur calon independen.
Jika kemungkinan di atas benar terjadi, pasangan manakah yang paling berpeluang menang? dilihat dari berbagai aspek, nampaknya PKS menjadi partai yang paling berpeluang meraih kemenangan tersebut. Sebab jika masyarakat dapat mengakui kemajuan yang dicapai oleh pemerintah dalam membangun kota yang baru berusia 10 tahun ini, maka nama PKS dan nama Nur Mahmudi tentu akan mendapat citra terhormat dan mendapat simpati dari masyarakat. Hal ini menjadi modal dasar bagi PKS untuk berkampanye. Dan harus diakui, mesin partai di PKS cukup solid dan dapat diandalkan untuk bekerja keras memenangkan pasangan calon yang mereka usung.
Wallahu a'lam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar