Senin, 21 Desember 2009

PILKADA DEPOK: Pasangan Calon Mulai Muncul

Hari ini, Selasa, 22 Desember 2009, rencana Pilkada Depok mengalami perkembangan yang cukup berarti. Partai Golkar (PG), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)bersepakat menatap pesta demokrasi Pilkada 2010 dengan mengusung pasangan koalisinya. Pasangan tersebut adalah Naming D. Bothin, S.Sos. (Ketua DPD Golkar Kota Depok)sebagai bakal calon Walikota dan M. Hasbullah Rahmat, M.Hum (Ketua DPD PAN Kota Depok)sebagai bakal calon Wakil Walikota.

Kesepakatan ketiga partai tersebut merupakan kelanjutan dari deklarasi pencalonan Naming D. Bothin sebagai calon Walikota Depok periode 2011-2016, yang dinyatakan pada hari Minggu, 8 Nopember 2009. Menurut Naming saat itu, pihaknya juga telah mempunyai kesepakatan tertulis dengan PPP untuk berkoalisi. Naming juga mengatakan, bahwa dirinya juga mendapat dukungan dari partai lain yang tidak mendapat kursi di DPRD Depok seperti Partai Hanura, PKPB, dan PNBK (lihat Monitor Depok, Senin, 9 Nopember 2009).

Kesepakatan Partai Golkar, PAN dan PPP tersebut melengkapi kebutuhan partai Golkar akan dukungan pencalonan, karena kursi PG di DPRD hanya 7 kuri. Dengan bergabungnya PAN (5 kursi)dan PPP (2 kursi), maka koalisi ini mempunyai kekuatan 14 kursi (28%).

Jika kesepakatan ketiga partai tersebut jadi dideklarasikan, kiranya inilah pasangan pertama yang muncul menjelang pilkada Depok yang akan digelar sekitar Oktober 2010. Seperti diketahui, walikota saat ini, Nur Mahmudi Ismail, akan berakhir masa tugasnya pada 26 Januari 2011. Pasangan lain yang mungkin akan segera muncul adalah calon dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat (PD), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Jika dilihat dari jumlah kursi yang dimiliki, PDIP tidak mungkin melenggangkan pasangannya sendirian tanpa berkoalisi dengan partai lain, mengingat kursi PDIP di DPRD hanya 4 buah. Karena itu, masih terbuka peluang munculnya 2 atau 3 pasangan calon lagi, baik dari PKS, PD maupun koalisi PDIP dengan partai lainnya.

Khusus mengenai peluang PKS, partai yang pada pemilu 2004 lalu merupakan partai no 1 di Depok, dan menang dalam Pilkada 2005, kini menghadapi tantangan berat untuk memenangkan kembali Pilkada 2010. Terjadi penurunan perolehan kursi pada pemilu 2009, dari 12 menjadi 11 kursi. Tantangannya adalah perolehan kursi luar biasa dari Partai Demokrat yang semula hanya 8 kursi, melonjak menjadi 15 kursi. Namun perlu dipertanyakan, apakah kemenangan PD dalam pemilu legislatif menjadi jaminan kemenangan dalam Pilkada. Hal ini kiranya perlu analisa yang lebih dalam, mengingat banyak faktor yang berpengaruh terhadap menang atau kalahnya suatu pasangan calon dalam Pilksda. Apalagi, jika diperhatikan, PKS dikenal sebagai partai yang solid dan mampu menggerakkan kadernya untuk berjuang habis-habisan dalam memenangkan calon Walikota dan Wakil Walikota yang akan diusungnya.

Wallahu a'lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar